Ketika ditemui di kediamannya di Jl. Kapuas kemarin (2/5), Adjis Ahmad yakin Kabid Cipta Karya era 1996, Ir. Sarimuda (kini Kadishubkominfo Provinsi Sumatera Selatan) menjalankan instruksinya, yakni membuat puncak tugu dari bahan perunggu. Tugu yang disebutnya sebagai tugu Tabot itu sengaja dibuat mirip tugu di Taman TMII Jakarta yang didirikan istri mantan Presiden RI, Tien Soeharto.
“Saya sama sekali tidak berbohong. Saya berani menyatakan puncak tugu terbuat dari perunggu, karena tahun 1996 memang saya yang meminta Sarimuda memugar tugu dan dibuatkan tugu mirip di TMII. Laporan ke saya, puncak tugu terbuat dari perunggu berlapis emas. Kalau ternyata dibuat dari alumunium foil mana bukti puingnya. Sehingga kabarnya tidak simpang siur,” tegas Adjis.
Ia mengakui tidak memegang bukti otentik atau mengecek langsung puncak tugu. Ia hanya melihat saat puncak tugu telah terpasang di atas tugu. Tapi mantan gubernur 1995-1999 ini yakin 99 persen kalau puncak tugu adalah perunggu berlapis emas. “Jangan sampai masalah puncak tugu ini menjadi polemik yang berkepanjangan. PU Provinsi harus mencari kejelasan bahan pembuatan tugu, apakah sama dengan laporan yang diberikan kepada saya saat itu atau tidak. Karena PU pasti tahu dari bahan apa puncak tugu. Masa di PU tidak ada yang tahu apa dan bagaimana puncak tugu itu. Apalagi saat puncak tugu diturunkan, orang-orang PU pasti ada yang melihat penurunannya,” tegas Adjis.
Sesepuh Bengkulu ini terlihat sangat geram dengan simpang siurnya puncak tugu Merdeka. Karenanya ia meminta berbagai pihak untuk membantu pembuktian masalah puncak tugu tersebut. Bila perlu katanya DPRD Provinsi melakukan pelacakan dan pemanggilan kepada pihak yang berwenang masalah puncak tugu.
“Sayang saya sedang sakit, kalau tidak saya susul Sarimuda ke Palembang. Karena dia adalah orang yang saya beri tanggung jawab penuh pembuatan puncak tugu merdeka. Sebab saat saya memimpin, Sarimuda adalah pejabat PU Provinsi terbaik saat itu,” ujar Adjis.
“Apakah ia yang melakukan kebohongan karena melaksanakan pembuatan tugu tidak sesuai instruksi saya, ini harus dibuktikan dengan menghubungi Sarimuda langsung. Tapi orang-orang yang ikut dalam pembuatan tugu dan puncaknya, saya rasa saat ini masih ada di PU Provinsi. Jadi harusnya mereka memberikan penjelasan,” tambahnya.
Di lain pihak, rencananya pagi ini Dinas PU Provinsi akan melakukan pertemuan dengan kontraktor pembongkaran tugu. Kadis PU Provinsi Ir. Zulkarnain Muin menegaskan, pihaknya akan melacak kebenaran soal puncak tugu merdeka. “Puncak tugu Merdeka harus diperjelas. Makanya besok (hari ini-red) kita akan bertemu kontraktornya langsung. Karena saya juga tidak menyaksikan penurunan puncak tugu saat pembongkaran, jadi saya tidak tahu apakah puncak tugu terbuat dari perunggu atau alumunium foil,” demikian Zulkarnain. (jur)
Sumber : http.///www.rakyatbengkulu.com